Spasmofilia pada Hipoparatiroidisme Didapat

Authors

  • Isnu Lucky Riandini Bagian Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, RSUP Dr. M. Djamil, Padang 25163, Indonesia
  • Restu Susanti Bagian Neurologi, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, RSUP Dr. M. Djamil, Padang 25163, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.25077/jikesi.v2i3.442

Keywords:

Spasmofilia, Hipoparatiroidisme, Hipokalsemia

Abstract

Spasmofilia merupakan keadaan patologis dimana terjadi hiperiritabilitas saraf dan otot (neuromuskular) akibat adanya gangguan keseimbangan elektrolit, terutama ion kalsium (Ca++) dan ion magnesium (Mg++) yang ditandai dengan munculnya kedutan otot, kesemutan dan spasme karpopedal. Hipoparatiroidisme ditandai dengan hipokalsemia dan hiperfosfatemia yang dapat menyebabkan hiperiritabilitas neuromuskular dan menimbulkan gejala spasmofilia. Kami laporkan sebuah laporan kasus seorang wanita usia 47 tahun yang didiagnosis dengan spasmofilia akibat hipoparatiroidisme didapat. Dari laporan kasus ini dapat disimpulkan bahwa diagnosis spasmofilia pada pasien ini ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, laboratorium dan pemeriksaan Elektromiografi (EMG) yang merupakan gold standard pada spasmofilia. Dapat disimpulkan bahwa penyebab munculnya spasmofilia pada pasien ini adalah hipoparatiroidisme post tiroidektomi.

Downloads

Published

2022-08-26

How to Cite

Riandini, Isnu Lucky, and Restu Susanti. “Spasmofilia Pada Hipoparatiroidisme Didapat”. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia, vol. 2, no. 3, Aug. 2022, pp. 212-7, doi:10.25077/jikesi.v2i3.442.

Issue

Section

Case Report