Koinsidens Insulinoma dan Sindrom Cushing: Laporan Kasus

Authors

  • Ida Bagus Aditya Nugraha Subspecialist Internal Medicine Program, Concentration of Endocrinology, Metabolism, and Diabetes, Faculty of Medicine, Udayana University, Ngoerah Hospital Denpasar Bali, Indonesia
  • Wira Gotera Endocrinology, and Metabolism Division, Internal Medicine Departement, Faculty of Medicine, Udayana University, Ngoerah Hospital Denpasar Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.25077/jikesi.v6i2.1505

Keywords:

cushing syndrome, insulinoma, neuroendocrine tumors

Abstract

Latar belakang: Insulinoma adalah tumor neuroendokrin langka yang menyebabkan pelepasan insulin yang tidak tepat. Penggunaan kortikosteroid kronis adalah penyebab paling umum dari Sindrom Cushing.

Tujuan: mempelajari tentang kasus khusus dan langka

Deskripsi Kasus: Seorang wanita obesitas berusia 39 tahun dengan riwayat gejala hipoglikemik berulang dirujuk ke rumah sakit kami dengan keluhan utama moon face, striae, dan beberapa plak annular berwarna merah muda di dada dan perut. Dia sebelumnya diobati dengan kortikosteroid dosis tinggi dan jangka panjang selama 8 tahun tanpa mengetahui etiologi dari kondisi hipoglikemia yang terus-menerus. Tes darah menunjukkan kadar insulin puasa dan c-peptida yang tinggi meskipun kadar glukosa plasma rendah. Meskipun pemindaian tomografi terkomputerisasi tidak menunjukkan adanya kelainan, pemeriksaan pencitraan resonansi magnetik menunjukkan adanya massa seperti insulinoma di pankreas. Dosis steroid dan krim antijamur topikal diberikan untuk terapi medis. Ia kemudian dijadwalkan untuk menjalani operasi enukleasi tumor. Setelah operasi, glukosa darahnya kembali ke kisaran normal.

Kesimpulan: Dokter harus lebih waspada dalam mendiagnosis pasien dengan hipoglikemia berulang. Penggunaan steroid harus dipertimbangkan dengan bijak, bahkan di daerah dengan sumber daya yang terbatas.

Published

2025-06-23

How to Cite

Aditya Nugraha, Ida Bagus, and Wira Gotera. “Koinsidens Insulinoma Dan Sindrom Cushing: Laporan Kasus”. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia, vol. 6, no. 2, June 2025, pp. 168-74, doi:10.25077/jikesi.v6i2.1505.

Issue

Section

Case Report