Perbedaan Rerata Kadar Albumin Pasien Lupus Eritematosus Sistemik berdasarkan Derajat Aktivitas Penyakit di RSUP Dr. M. Djamil Padang

Authors

  • Zifa Amanda Ulti S1 Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang, 25163, Indonesia
  • Dwitya Elvira Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang 25163, Indonesia
  • Firdawati Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang, 25163, Indonesia
  • Efrida Departemen Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, RSUP Dr. M. Djamil, Padang, 25163, Indonesia
  • Raveinal Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang 25163, Indonesia
  • Gestina Aliska Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, RSUP Dr. M. Djamil, Padang, 25163, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.25077/jikesi.v6i4.1478

Keywords:

derajat aktivitas penyakit, lupus eritematosus sistemik, kadar albumin

Abstract

Latar Belakang: Lupus Eritematosus Sistemik (LES) adalah penyakit autoimun kompleks yang dapat menyerang berbagai pertahanan sistem tubuh. Penyakit ini berhubungan dengan pembentukkan autoantibodi sehingga dapat menyebabkan inflamasi kronis yang berujung pada kerusakkan jaringan tubuh. Aktivitas Penyakit LES diduga dapat mempengaruhi kadar albumin di dalam tubuh.   

Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rerata kadar albumin pasien LES berdasarkan derajat aktivitas penyakit di RS M. Djamil Padang.

Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross-sectional study. Sampel penelitian berjumlah 59 pasien LES rawat jalan dan rawat inap di RS M. Djamil Padang yang dikumpulkan secara consecutive sampling. Analisis data penelitian menggunakan uji one way annova.

Hasil: Pada penelitian ini didapatkan mayoritas pasien LES berada di rentang usia 26−35 tahun (44,1%), berjenis kelamin perempuan (100%). Lebih dari setengah pasien LES mengalami hipoalbuminemia (76,3%), sebagian besar pasien memiliki derajat aktivitas penyakit sedang (39%). Rerata kadar albumin terendah ditemukan pada pasien dengan derajat aktivitas penyakit berat sebesar 2,25 g/dL.

Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna pada rerata kadar albumin pasien LES. Rerata kadar albumin terendah pasien LES ada pada kelompok derajat aktivitas penyakit berat. Rerata kadar albumin tertinggi pasien LES ada pada kelompok derajat aktivitas penyakit ringan.

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Ulti, Zifa Amanda, et al. “Perbedaan Rerata Kadar Albumin Pasien Lupus Eritematosus Sistemik Berdasarkan Derajat Aktivitas Penyakit Di RSUP Dr. M. Djamil Padang”. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia, vol. 6, no. 4, Dec. 2025, pp. 286-93, doi:10.25077/jikesi.v6i4.1478.

Issue

Section

Research Articles