Hubungan antara Jumlah Trombosit dan Manifestasi Perdarahan pada Pasien DBD di Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo Padang pada Tahun 2022

Authors

  • Rafiq Ihsan S1 Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, 25163, Indonesia
  • Mohamad Reza Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang 25163, Indonesia
  • Husni Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang 25163, Indonesia
  • Efrida Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang 25163, Indonesia
  • Irza Wahid Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang 25163, Indonesia
  • Ida Rahmah Burhan Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang 25163, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.25077/jikesi.v6i3.1477

Keywords:

bleeding manifestation, dengue hemorrhagic fever, platetet count

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan yang disebabkan oleh virus dengue, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes, khususnya Aedes aegypti. Trombositopenia adalah salah satu tanda yang diamati pada DBD. Trombositopenia terjadi ketika jumlah trombosit <100.000 sel/mm³ sehingga fungsi trombosit dalam hemostasis terganggu sehingga mengurangi integritas pembuluh darah, menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan pada akhirnya mengarah pada manifestasi perdarahan. Penyebaran DBD yang cepat dan berpotensi fatal tetap menjadi masalah  kesehatan masyarakat yang signifikan dengan dasar lingkungan. Data dari Dinas Kesehatan Kota Padang menunjukkan adanya peningkatan kasus DBD, dengan 441 kasus yang dilaporkan pada tahun 2022 dibandingkan dengan 366 kasus pada tahun 2021. Kelompok usia 15 hingga 44 tahun adalah yang paling terdampak oleh penyakit ini.

Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jumlah trombosit dan manifestasi perdarahan pada pasien DBD di Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo Padang pada tahun 2022.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling. Data didapatkan dari rekam medis di Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo Padang, dari Januari 2022 hingga Desember 2022, dengan jumlah sampel 100 pasien berusia di atas 18 tahun. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-square.

Hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kasus DBD mengalami trombositopenia berat (49%). Proporsi pasien DBD yang juga mengalami manifestasi perdarahan lebih tinggi (51%). Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square menghasilkan nilai p sebesar 0,001 (p < 0,05).

Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara jumlah trombosit dan manifestasi perdarahan pada pasien DBD di Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo Padang pada tahun 2022

Downloads

Published

2025-09-28

How to Cite

Ihsan, Rafiq, et al. “Hubungan Antara Jumlah Trombosit Dan Manifestasi Perdarahan Pada Pasien DBD Di Rumah Sakit Dr. Reksodiwiryo Padang Pada Tahun 2022”. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia, vol. 6, no. 3, Sept. 2025, pp. 225-31, doi:10.25077/jikesi.v6i3.1477.

Issue

Section

Research Articles