Profil Pasien Dermatitis Atopik di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP dr. M. Djamil Padang Periode 2018-2023
DOI:
https://doi.org/10.25077/jikesi.v7i2.1472Keywords:
dermatitis atopikAbstract
Abstrak
Latar belakang: Dermatitis atopik merupakan peradangan kulit kronis yang memengaruhi kualitas hidup penderita. Sejauh ini, penelitian terkait profil dermatitis atopik di berbagai kelompok usia telah dilakukan di beberapa wilayah Indonesia, namun belum ada di kota Padang.
Objektif: Mengidentifikasi profil pasien dermatitis atopik di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2018 - Desember 2023.
Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif observasional. Sampel diambil dengan teknik total sampling, menggunakan 31 rekam medik pasien dermatitis atopik di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2018 hingga Desember 2023.
Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa dermatitis atopik paling sering terjadi pada anak-anak (45,2%), dengan prevalensi lebih tinggi pada perempuan (51,6%) dan sebagian besar pasien tinggal di perkotaan (74,2%). Mayoritas pasien adalah pelajar (51,6%). Sebanyak (38,7%) pasien memiliki riwayat atopi, dengan rinitis alergi sebagai yang paling umum (41,7%), dan (67,7%) pasien memiliki riwayat atopi dalam keluarga. Gejala utama berupa gatal dan bintik merah pada kulit (64,5%). Lesi sering ditemukan di wajah pada infantil (83,3%), di tungkai pada anak-anak (85,7%), dan di tungkai serta lengan pada orang dewasa (63,6%), dengan sebagian besar kasus memiliki derajat keparahan ringan berdasarkan skor SCORAD (61,3%). Pengobatan yang paling sering digunakan adalah antihistamin dan kortikosteroid topikal (27,9%).
Kesimpulan: Dermatitis atopik banyak terjadi pada anak, terutama perempuan di perkotaan. Gejala utama adalah gatal dengan bintik merah, dan kebanyakan kasus ringan. Pengobatan yang sering digunakan adalah antihistamin dan kortikosteroid topikal.
Kata kunci: dermatitis atopik, profil, riwayat atopi, SCORAD
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Alifya Rafifah Tarwandi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










