Gambaran Pasien Azoospermia dengan Percutaneous Epididymal Sperm Aspiration-Testicular Sperm Extraction di Padang
DOI:
https://doi.org/10.25077/jikesi.v7i2.1448Keywords:
Azoospermia, Percutaneous Epididymal Sperm Aspiration (PESA), Testicular Sperm Extraction (TESE)Abstract
Infertilitas adalah ketidakmampuan pasangan yang aktif secara seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi untuk mendapatkan kehamilan dalam waktu 1 tahun. Infertilitas dapat disebabkan oleh faktor wanita, faktor pria, dan faktor yang tidak diketahui penyebabnya. Salah satu penyebab infertilitas pada pria adalah azoospermia yang dibagi ke dalam dua kategori yaitu azoospermia obstruktif dan azoospermia non-obstruktif secara klinis. Tatalaksana azoospermia obstruktif dengan tindakan aspirasi sperma melalui teknik Percutaneous Epididymal Sperm Aspiration (PESA) dan Testicular Sperm Extraction (TESE) merupakan pilihan yang paling banyak dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pasien PESA-TESE pada kasus azoospermia di Kota Padang tahun 2015-2022.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif non analitik dengan menggunakan data rekam medik pasien terdiagnosis azoospermia di Rumah Sakit Umum Bunda Padang tahun 2015-2022. Penelitian menggunakan teknik non probability sampling dengan bentuk total sampling variabel usia, indeks massa tubuh (IMT), durasi infertilitas, riwayat penyakit, riwayat merokok, dan jenis azoospermia. Penelitian ini menggunakan analisis univariat yang memberikan deskripsi dari gambaran tiap variabel penelitian.
Hasil penelitian ini mendapatkan total penderita azoospermia sebanyak 44 pasien dengan 37 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kelompok usia terbanyak 31-40 tahun (64,9%), indeks massa tubuh (IMT) obese (43,2%), durasi infertilitas 5-10 tahun (56,8%), tidak ada riwayat penyakit (94,6%), tidak ada riwayat merokok (86,5%), dan jenis azoospermia non-obstruktif (73%).
Kesimpulan penelitian ini adalah pasien yang mengalami azoospermia mayoritas terjadi pada usia 31-40 tahun dengan indeks massa tubuh (IMT) obese, durasi infertilitas 5-10 tahun, tidak ada riwayat penyakit, dan tidak ada riwayat merokok dengan jenis azoospermia non-obstruktif.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Atikah Permata Yevan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










