Evaluasi Penggunaan Obat Antiemetik pada Pasien Kanker Ovarium Pasca Kemoterapi

Authors

  • Xavier Novdi Tansyah Putra S1 Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, 25163, Indonesia
  • Erlina Rustam Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, 25163, Indonesia
  • Novita Ariani Departemen Radiologi, Radioterapi, dan Kedokteran Nuklir Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, 25163, Indonesia
  • Rahmatini Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, 25163, Indonesia
  • Syamel Muhammad Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, RSUP Dr. M. Djamil, Padang, 25163, Indonesia
  • Shinta Ayu Intan Departemen Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, RSUP Dr. M. Djamil, Padang, 25163, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.25077/jikesi.v6i4.1362

Keywords:

antiemetik, kanker ovarium, kemoterapi, rasionalitas

Abstract

Latar Belakang: Kanker ovarium merupakan kanker pada perempuan yang cukup sering terjadi dan mematikan. Penggunaan kemoterapi dalam pengobatan dapat menyebabkan mual muntah sehingga diperlukan penggunaan obat yang efektif dan rasional.

Objektif: Untuk mengevaluasi penggunaan obat antiemetik pada pasien kanker ovarium pasca kemoterapi di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2020-2022.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Data rekam medis dikumpulkan dengan teknik total sampling. Sampel yang memenuhi inklusi berjumlah 45 sampel.

Hasil: Hasil penelitia­­n didapatkan karakteristik terbanyak pada kelompok usia 41-60 tahun (48,9%), berpendidikan SLTU (75,6%), dan pekerjaan ibu rumah tangga (55,6%). Jenis obat kemoterapi yang paling banyak digunakan adalah paklitaksel-karboplatin (42,2%). Sebagian besar pasien mendapatkan antiemetik pra-kemoterapi berupa deksametason-difenhidramin-ondansetron-ranitidin (71,1%) serta pasca kemoterapi berupa metoklopramid-ranitidin dalam 3 siklus (74,8%). Rasionalitas penggunaan obat antiemetik pada pasien kanker ovarium pasca kemoterapi yaitu kesesuaian indikasi 93,3%, kesesuaian obat 62,2%, kesesuaian dosis 91,1%, kesesuaian pasien 97,8% dan potensi interaksi obat 2,2%.

Kesimpulan: Karakteristik pasien kanker ovarium di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2020-2022 sering terjadi pada kelompok usia 40-60 tahun, pendidikan SLTU, dan pekerjaan ibu rumah tangga. Sebagian besar pasien mendapatkan obat kemoterapi paklitaksel-karboplatin dan obat antiemetik pra-kemoterapi deksametason-domperidon-ondansetron-ranitidin serta pasca kemoterapi metoklopramid-ranitidin. Rasionalitas penggunaan obat antiemetik pada pasien kanker ovarium pasca kemoterapi sebagian besar sudah sesuai.

Kata kunci: antiemetik, kanker ovarium, kemoterapi, rasionalitas

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Putra, Xavier Novdi Tansyah, et al. “Evaluasi Penggunaan Obat Antiemetik Pada Pasien Kanker Ovarium Pasca Kemoterapi”. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia, vol. 6, no. 4, Dec. 2025, pp. 294-03, doi:10.25077/jikesi.v6i4.1362.

Issue

Section

Research Articles