Hubungan Nonalcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) dengan Kolesterol Darah Pasien Kolesistolitiasis Dilaparoskopi Kolesistektomi

Authors

  • Annisa Maida F S1 Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, 25163, Indonesia
  • Eti Yerizel Departemen Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, 25166, Indonesia
  • Deddy Saputra Departemen Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, RSUP Dr. M. Djamil, Padang 25163, Indonesia
  • Saptino Miro Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, RSUP Dr. M. Djamil, Padang 25163, Indonesia
  • Irwan Departemen Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, RSUP Dr. M. Djamil, Padang 25163, Indonesia
  • Yustini Alioes Departemen Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, 25166, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.25077/jikesi.v6i3.1347

Keywords:

grading laparoskopi, kolesterol darah

Abstract

Latar Belakang: Kolelitiasis atau batu empedu menjadi salah satu masalah bagian gastrointestinal paling umum yang memengaruhi sekitar 10-20% populasi dunia. Kejadian kolelitiasis dikaitkan dengan Non Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) dan kadar profil lipid.

Objektif: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan NAFLD dengan kadar profil lipid pada pasien kolelitiasis yang dilakukan laparoskopi kolesistektomi.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional dengan data sekunder dari rekam medis pasien kolelitiasis yang dilaparoskopi kolesistektomi di ruang operasi IBS RSUP Dr. M. Djamil Padang. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling yaitu jumlah sampel yang memenuhi kriteria inkulsi dan ekslusi sebanyak 40 pasien.

Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan pasien kolelitiasis yang dilakukan laparoskopi kolesistektomi terbanyak adalah pasien dewasa yaitu 19-59 tahun (72,5%). Sebagian besar pasien berjenis kelamin perempuan (67,5%) dan indeks massa tubuh terbanyak adalah obesitas tipe 1 (35%). Kebanyakan pasien mengalami NAFLD (77,5%) dengan terbanyak adalah grade 2 (37,5%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara NAFLD dengan kolestserol total (p>0,05), kolestserol HDL (p>0,05), kolesterol LDL (p>0,05), maupun trigliserida (p>0,05).

Kesimpulan:

Tidak terdapat hubungan antara NAFLD dengan kadar profil lipid pada pasien kolelitiasis yang dilakukan laparoskopi kolesistektomi.

Downloads

Published

2025-09-28

How to Cite

F, Annisa Maida, et al. “Hubungan Nonalcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) Dengan Kolesterol Darah Pasien Kolesistolitiasis Dilaparoskopi Kolesistektomi”. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia, vol. 6, no. 3, Sept. 2025, pp. 216-24, doi:10.25077/jikesi.v6i3.1347.

Issue

Section

Research Articles