Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas Anak Air
DOI:
https://doi.org/10.25077/jikesi.v6i3.1316Keywords:
balita, faktor risiko, stuntingAbstract
Latar Belakang: Stunting merupakan masalah kesehatan gizi yang banyak ditemukan di dunia, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Berdasarkan data dari WHO pada tahun 2020 terdapat 149,2 juta anak dibawah usia 5 tahun yang mengalami stunting. Stunting disebabkan oleh akumulasi berbagai macam faktor.
Objektif: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Anak Air Kota Padang.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Sebanyak 67 sampel dipilih secara purposive sampling yaitu anak usia 24-59 bulan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.
Hasil: Hasil uji Chi-Square dan uji Fisher’s exact antara faktor berat badan lahir, riwayat penyakit infeksi, status imunisasi dasar, pemberian ASI Eksklusif, MPASI tepat waktu, tingkat pendidikan ibu dan tingkat pendapatan keluarga dengan kejadian stunting yaitu p < 0,05 sedangkan antara faktor pemberian IMD serta sanitasi dan air bersih didapatkan p > 0,05.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara faktor berat badan lahir, riwayat penyakit infeksi, status imunisasi dasar, pemberian ASI Eksklusif, MPASI tepat waktu, tingkat pendidikan ibu dan tingkat pendapatan keluarga dengan stunting dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara faktor pemberian IMD serta sanitasi dan air bersih dengan stunting
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Canticha Aulia Prameswary, Nice Rachmawati Masnadi, Adrial Adrial, Yulistini Yulistini, Eka Nofita

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










