Penurunan Kasus Tuberkulosis Anak saat Pandemi Covid-19 di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi

Authors

  • Hamdini Humaira Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi General Hospital
  • Liza Fitria Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi General Hospital
  • Riki Alkamdani Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang 25163, Indonesia
  • Finny Fitry Yani Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang 25163, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.25077/jikesi.v5i1.1278

Keywords:

COVID-19, tuberkulosis anak

Abstract

Abstrak

Latar Belakang: Pandemi COVID-19 berdampak pada layanan esensial tuberkulosis (TB) di seluruh dunia.

Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil TB anak sebelum dan selama pandemi COVID-19 pada pasien rawat jalan anak di Rumah Sakit Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia.

Metode: Penelitian ini dilakukan secara deskriptif retrospektif, dari data rekam medis pasien rawat jalan TB anak tahun 2017-2022 di Rumah Sakit Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Data usia, jenis kelamin, klasifikasi diagnosis TB, gejala dan tanda dikumpulkan. Kami juga membandingkan total kasus sebelum (2017-2019) dan saat (2020-2022) pandemi COVID-19.

Hasil: Subyek yang terdiagnosis TB anak sebanyak 164 anak, sebagian besar berusia 5-14 tahun (56,1%) dan berjenis kelamin laki-laki (53%). TB paru sebanyak 65,9% dan sebagian besar didiagnosis berdasarkan sistem skor TB anak Indonesia (68,9%). Gejala terbanyak adalah batuk >2 minggu (75%), diikuti gizi buruk (70,1%), dan demam >2 minggu (55,5%). Pembesaran kelenjar getah bening sebanyak 51,8% dan tidak ada pembengkakan sendi atau tulang. Tes kulit tuberkulin positif ditemukan sebanyak 62,2% dan rontgen dada menunjukkan sugestif TB pada 25,6% pasien. Dalam analisis perbandingan, kami menemukan bahwa jumlah kasus TB anak mengalami penurunan yang signifikan (p<0,01) selama pandemi COVID-19 mencapai 70% dibandingkan sebelumnya. Namun tren kasus TB anak kembali meningkat pada tahun 2022 lebih dari 100%.

Kesimpulan: Terjadi penurunan kasus TB anak secara signifikan selama pandemi COVID-19, namun meningkat tajam pada tahun 2022.

Kata kunci:  COVID-19, tuberkulosis anak

 

Author Biographies

Hamdini Humaira, Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi General Hospital

General Practitioner in Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi General Hospital

Liza Fitria, Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi General Hospital

Pediatrician in Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi General Hospital

Riki Alkamdani, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang 25163, Indonesia

Pediatrician in Dr. M. Djamil Padang General Hospital (ongoing pediatric respirology consultant)

Lecturer in Andalas University Medical Faculty

Finny Fitry Yani, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang 25163, Indonesia

A pediatric resiprology consultant in Dr. M. Djamil Padang General Hospital

Lecturer in Andalas University Medical Faculty

Researcher

Downloads

Published

2024-03-17

How to Cite

Humaira, Hamdini, et al. “Penurunan Kasus Tuberkulosis Anak Saat Pandemi Covid-19 Di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi”. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia, vol. 5, no. 1, Mar. 2024, pp. 98-104, doi:10.25077/jikesi.v5i1.1278.

Issue

Section

Research Articles