Penurunan Kasus Tuberkulosis Anak saat Pandemi Covid-19 di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi
DOI:
https://doi.org/10.25077/jikesi.v5i1.1278Keywords:
COVID-19, tuberkulosis anakAbstract
Abstrak
Latar Belakang: Pandemi COVID-19 berdampak pada layanan esensial tuberkulosis (TB) di seluruh dunia.
Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil TB anak sebelum dan selama pandemi COVID-19 pada pasien rawat jalan anak di Rumah Sakit Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia.
Metode: Penelitian ini dilakukan secara deskriptif retrospektif, dari data rekam medis pasien rawat jalan TB anak tahun 2017-2022 di Rumah Sakit Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Data usia, jenis kelamin, klasifikasi diagnosis TB, gejala dan tanda dikumpulkan. Kami juga membandingkan total kasus sebelum (2017-2019) dan saat (2020-2022) pandemi COVID-19.
Hasil: Subyek yang terdiagnosis TB anak sebanyak 164 anak, sebagian besar berusia 5-14 tahun (56,1%) dan berjenis kelamin laki-laki (53%). TB paru sebanyak 65,9% dan sebagian besar didiagnosis berdasarkan sistem skor TB anak Indonesia (68,9%). Gejala terbanyak adalah batuk >2 minggu (75%), diikuti gizi buruk (70,1%), dan demam >2 minggu (55,5%). Pembesaran kelenjar getah bening sebanyak 51,8% dan tidak ada pembengkakan sendi atau tulang. Tes kulit tuberkulin positif ditemukan sebanyak 62,2% dan rontgen dada menunjukkan sugestif TB pada 25,6% pasien. Dalam analisis perbandingan, kami menemukan bahwa jumlah kasus TB anak mengalami penurunan yang signifikan (p<0,01) selama pandemi COVID-19 mencapai 70% dibandingkan sebelumnya. Namun tren kasus TB anak kembali meningkat pada tahun 2022 lebih dari 100%.
Kesimpulan: Terjadi penurunan kasus TB anak secara signifikan selama pandemi COVID-19, namun meningkat tajam pada tahun 2022.
Kata kunci: COVID-19, tuberkulosis anak
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










