Hubungan Faktor Risiko Aloimunisasi dengan Kejadian Inkompatibilitas Crossmatch Pada Pasien Keganasan Darah Dewasa yang Ditransfusi Packed Red Cell Berulang di RSUP Dr M Djamil Padang
DOI:
https://doi.org/10.25077/jikesi.v5i1.1132Keywords:
Transfusi berulang, aloimunisasi, inkompatibilitas crossmatch, faktor risiko, keganasan darahAbstract
Latar Belakang: Pasien keganasan darah yang mendapatkan transfusi packed red cell (PRC) berulang akan menyebabkan pembentukan aloantibodi yang dapat terdeteksi pada pemeriksaan crossmatch dan mempersulit proses transfusi selanjutnya.
Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, jenis kelamin, jenis keganasan, dan jumlah unit transfusi dengan kejadian inkompatibilitas crossmatch.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross- sectional. Terdapat 50 sampel yang didapatkan dari rekam medis dan laboratorium. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat.
Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan prevalensi inkompatibilitas crossmatch sebesar 16% dengan keseluruhan inkompatibilitas minor. Kejadian terbanyak didapatkan pada usia <60 tahun, perempuan, LMA dan transfusi > 10. Hasil uji statistik menunjukan tidak adanya hubungan yang signifikan antara faktor usia (p= 0,322), jenis kelamin (p= 0,050), jenis keganasan darah (p= 0,662), dan jumlah unit transfusi (p= 0,702) dengan kejadian hasil pemeriksaan crossmatch.
Kesimpulan: Faktor risiko seperti usia, jenis kelamin, jenis keganasan, dan jumlah unit transfusi tidak mempunyai hubungan signifikan dengan kejadian inkompatibilitas crossmatch pada pasien keganasan darah yang mendapatkan transfusi PRC berulang
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










