Hubungan Pola Penggunaan Hand Sanitizer dengan Kejadian Dermatitis Tangan Pada Mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Authors

  • Qory Zafira S1 Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang 25163, Indonesia
  • Gardenia Akhyar Departemen Ilmu Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang 25163, Indonesia
  • Erlina Rustam Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang 25163, Indonesia
  • Julizar Julizar Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang 25163, Indonesia
  • Rina Gustia Departemen Ilmu Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang 25163, Indonesia
  • Afdal Afdal Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang 25163, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.25077/jikesi.v5i1.1046

Keywords:

Pola penggunaan hand sanitizer, Dermatitis ringan

Abstract

Latar Belakang: Pandemi Covid-19 membuat masyarakat menjalankan pola hidup baru dengan menerapkan protokol kesehatan dengan membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer. Hand sanitizer diformulasikan untuk dapat menghambat dan membunuh mikroorganisme dengan cara mendenaturasi lipid, namun efek dari cara kerjanya ini dapat meningkatkan risiko terjadinya dermatitis tangan.

Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola penggunaan hand sanitizer dengan kejadian dermatitis tangan.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode cross-sectional study dengan teknik simple random sampling pada mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Angkatan 2021 dengan jumlah sampel sebanyak 80 orang. Data responden diperoleh dari kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi square.

Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan sebagian besar mahasiswa menggunakan hand sanitizer lebih dari 6 bulan (82,5%) dengan frekuensi 1 sampai 5 kali dalam sehari (86,3%). Lebih dari setengah mahasiswa menggosok tangan kurang dari 10 detik setiap menggunakan hand sanitizer (75%), dan tidak menggunakan pelembab (57,5%). Sebagian besar mahasiswa  tidak mengalami dermatitis tangan (77,5%) dan tidak memiliki riwayat atopi (80%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan, frekuensi penggunaan, durasi scrubbing penggunaan hand sanitizer dan penggunaan pelembab dengan kejadian dermatitis tangan dengan nilai p=0.599 untuk durasi penggunaan, p=0.086 untuk frekuensi penggunaan, p=1.00 untuk durasi scrubbing, dan p=0.316 untuk penggunaan pelembab. Terdapat hubungan antara riwayat atopi dengan kejadian dermatitis tangan dengan nilai p=0,000.

Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola penggunaan hand sanitizer dengan kejadian dermatitis tangan khususnya durasi penggunaan, frekuensi, dan durasi scrubbing dan penggunaan pelembab, namun terdapat hubungan antara riwayat atopi dengan kejadian dermatitis tangan.

Kata kunci:  Pola penggunaan hand sanitizer, dermatitis tangan

Downloads

Published

2024-03-17

How to Cite

Zafira, Qory, et al. “Hubungan Pola Penggunaan Hand Sanitizer Dengan Kejadian Dermatitis Tangan Pada Mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Andalas”. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia, vol. 5, no. 1, Mar. 2024, pp. 89-97, doi:10.25077/jikesi.v5i1.1046.

Issue

Section

Research Articles